April 3, 2025

Kampungsindangbarang – Wisata Kampung Budaya di Indonesia

Mengenal Keunikan Budaya yang Ada di Indonesia dan Sekitarnya

4 Destinasi Wisata Kampung Adat di Jawa Barat

Di tengah pesatnya arus modernisasi dan pembangunan gedung pencakar langit, rupanya masih ada, lho, orang-orang yang hidup dengan mempertahankan tradisi leluhur mereka. Sebab keunikan cara hidupnya, daerah tinggal mereka menjadi destinasi wisata kampung adat. Penasaran dengan lokasi dan keseharian penduduknya? Ini ia, 4 kampung adat yang bisa kamu kunjungi di Jawa Barat:

Kampung Pulo – Garut

Garut memang diketahui sebagai kota dodol dan pusatnya kerajinan berbahan kulit. Tetapi, enggak hanya itu, Garut juga menaruh bermacam-macam potensi wisata. Jangka alam Garut yang terdiri dari dataran tinggi dan pantai punya puluhan spot cantik yang bisa dirasakan sebagai daerah wisata. Kecuali menikmati wisata alam, di Garut juga kita bisa berlibur tradisi, lho. Salah satunya dengan mengunjungi Kampung Pulo, di Kecamatan Leles, sekitar 14 km dari Kota Garut.

Kampung Pulo berlokasi di Pulau Panjang, sebuah pulau kecil di tengah Situ Cangkuang. Di pulau ini juga terdapat Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu yang dibangun pada abad ke-8. Keunikan Kampung Pulo ini yakni hanya terdapat 6 kepala keluarga yang yakni keturunan Embah Dalem Arief Muhammad, penyebar Islam di sekitar Situ Cangkuang.

Ke-6 rumah ini yakni rumah adat dengan format rumah pentas, 3 buah rumah di sisi sebelah kiri dan 3 lainnya di sebelah kanan, ditambah 1 mesjid sebagai daerah ibadah. Rumah-rumah ini dibangun oleh Embah Dalem Arief Muhammad untuk 6 si kecil perempuannya, sedangkan mesjid yakni simbol untuk si kecil laki-lakinya yang telah meninggal. Berbeda dengan tradisi Sunda lainnya, di Kampung Pulo warisan rumah jatuh pada si kecil perempuan.

Baca Juga : 5 Budaya Dan Etika Masyarakat Korea Selatan Yang Wajib Diketahui

Keturunan Embah Dalem Arief Muhammad diperkenankan untuk menikah dengan penduduk Kampung Pulo maupun penduduk luar. Sesudah menikah, mereka diwajibkan untuk keluar kampung. Jika ada keluarga yang meninggal dunia, barulah keluarga lain bisa menempati rumah di Kampung Pulo dengan diadakan musyawarah terutamanya dulu.

Kampung Naga – Tasikmalaya

Berkeinginan menenangkan diri dari hiruk-pikuk perkotaan? Datanglah ke Kampung Naga di Desa Neglasari, Tasikmalaya. Kampung ini menolak arus modernisasi yang digambarkan masyarakatnya dengan tak menerapkan listrik. Kecuali ketenangan, kampung adat ini juga menawarkan pemandangan persawahan hijau yang bisa memanjakan mata pengunjung.

Rumah di sini lebih banyak dari Kampung Pulo, yakni berjumlah 112. Tetapi, hanya dihuni oleh 109 kepala keluarga. Tiga bangunan lainnya diaplikasikan sebagai mesjid, ruang serba guna, dan lumbung padi. Rumah-rumah di sini seragam, terdiri dari satu ruang tetamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi yang berada di luar rumah. Keunikan lainnya yakni rumah di sini tak dikunci pada malam hari. Mereka yakin tak ada pencuri karena seluruh penduduk Kampung Naga memegang teguh nilai luhur adat istiadat Sunda.

Kampung Sebagian Kuta – Ciamis

Tradisi dari kita pasti acap kali mendengar kata “pamali.” Pamali dalam bahasa Indonesia berarti tabu. Di Ciamis, tepatnya di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, ada sebuah kampung yang masih menjaga nilai-nilai pamali tersebut, yakni Kampung Sebagian Kuta. Tradisi pamali ini konsisten dilestarikan oleh masyarakat setempat untuk menjaga joker123 keharmonisan alam yang telah memberi mereka hasil untuk dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sama seperti dua kampung adat sebelumnya, rumah di sini juga seragam. Dibangun dengan struktur rumah pentas beratap daun rumbia.

Kecuali tradisi pamali, masyarakat Kampung Sebagian Kuta juga masih taat menjalankan upacara adat mereka yakni Upacara Nyuguh yang dilaksanakan sebelum tanggal 25 Shafar menurut kalender Hijriah. Masyarakat di sini mempercayai bahwa mereka semestinya menjalankan upacara adat ini di pinggir Sungai Cijolang untuk mendapat berkah hasil panen. Upacara ini terbuka untuk umum, lho. Kita bisa memandang ritual adat masyarakat Kampung Kuta, dan menyaksikan hiburan pada malam harinya. Nah, bila berminat untuk berkunjung, kampung adat ini juga menyediakan fasilitas home stay. Jangan bayangkan fasilitas home stay ini seperti hotel ya, karena kita akan menginap di rumah warga. Dengan semacam itu, kita bisa menikmati hidup sebagai masyarakat adat di Kampung Kuta.

Kampung Sebagian Ciptagelar – Sukabumi

Mengunjungi Sukabumi untuk berlibur di Pelabuhan Ratu? coba, deh, datang ke Kampung Sebagian Ciptagelar yang letaknya enggak jauh dari Pelabuhan Ratu. Di sini kita bisa menikmati hijaunya persawahan serta ademnya udara dari Gunung Halimun.

Salah satu adat istiadat unik di sini yakni beras dibagikan secara hanya-hanya ke penduduk kampung maupun pendatang yang berkunjung. Bagi mereka, memasarkan beras sama artinya dengan memasarkan kehidupan. Jadi, beras yang dibuat oleh sawah penduduk dikumpulkan di lumbung padi desa dan dibagikan secara adil ke tiap penduduk. Di kampung ini ada lebih dari 30 upacara adat tiap tahunnya, yang paling ramai yakni upacara adat Seren Taun yang diadakan pada awal September sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.