April 4, 2025

Kampungsindangbarang – Wisata Kampung Budaya di Indonesia

Mengenal Keunikan Budaya yang Ada di Indonesia dan Sekitarnya

Wisata The Lodge Maribaya
2025-03-17 | admin9

Wisata The Lodge Maribaya Lembang ( Bandung Utara )

The Lodge Maribaya Lembang, siapa sih yang ngga tahu nama tempat ini? Bagi wisatawan yang liburan ke Bandung terutama ke area Lembang, tempat ini seolah menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Apa aja sih yang membuat tempat ini menarik banyak pengunjung? apa plus dan minusnya? Simak info lengkap mengenai tempat ini disini ya.

Seputar The Lodge Maribaya Lembang

The Lodge Maribaya adalah salah satu tempat wisata di Lembang yang menawarkan slot777 berbagai hal pada pengunjung. Disini kita bisa melakukan berbagai akitivitas seperti camping, trekking mengelilingi area hutan pinus yang indah, acara gathering dan team building, atau bahkan hanya sekedar refreshing menikmati kuliner.

Terdapat juga berbagai wahana yang pastinya instagrammable banget. Di kelilingi oleh pegunungan dengan hutan pinus yang khas, udara dan suasana disini memang segar banget.

Ingin mengadakan private gathering, atau bahkan acara pernikahan disini? bisa banget. Dengan backdrop pegunungan hijau yang indah, tentunya bakal membuat acara anda lebih berkesan.

Jika dilihat dari berbagai review di internet, tempat ini lebih cocok disebut wisata foto karena memang memanjakan pengunjung yang ingin berfoto dengan sudut dan background yang indah.

Wahana Dan Fasilitas

Di The lodge Maribaya terdapat banyak wahana yang bisa kita gunakan. Untuk fasilitas secara umum sudah tersedia lengkap dan cukup banyak.

Satu hal yang perlu di ingat, wahana di the lodge lebih banyak ditujukan untuk objek berfoto, jadi tidak semuanya untuk dinikmati seperti wahana bermain biasa.

Hot Air Baloon / Balon Udara

Balon udara ini tidak terbang kemana-mana sebetulnya, hanya saja jika di foto dari spot tertentu jadi seolah-olah sedang terbang menaiki balon udaha. Memang sepertinya lebih ditujukan untuk wahana berfoto saja.

Zip Bike

Wahana berfoto ini berupa sepeda dalam track tali yang tergantung, dengan background hutan pinus. Cocok banget untuk berfoto dan diunggah ke sosmed.

Gantole

Ingin berfoto sambil terbang dengan gantole? tapi takut ketinggian? ngga masalah. Di The Lodge Bandung terdapat wahana foto gantole.

Ayunan Sky Swing

Ayunan di udara dengan latar hutan pinus ini rasanya sudah cukup banyak beredar luas fotonya. Seolah menjadi satu keharusan bagi pengunjung The Lodge Lembang untuk berfoto disini.

Baca Juga : Nikmati Destinasi Wisata Terbaik di Purbalingga

Bamboo Sky

Wahana ini berupa menara pandang yang terbuat dari bambu. Dengan latar belakang perbukitan hijau dibelakangnya, berfoto disini tentunya bakal unik dan indah banget.

Sky Tree

Sky tree konsepnya sama seperti bamboo sky. Hanya saja berbeda tempat dan sarana yang digunakan.

Beberapa Fasilitas lain di The Lodge Maribaya Lembang

  • Camping
  • Kuliner
  • Fasilitas Lainnya
  • Wedding Di The Lodge Maribaya
Share: Facebook Twitter Linkedin
Wisata Pubalingga
2025-03-06 | admin9

Nikmati Destinasi Wisata Terbaik di Purbalingga

Purbalingga terkenal akan destinasi wisatanya, banyak tempat wisata yang sedang hits disini dengan pemandangan indah dengan udara sejuk.

Jarak Purbalingga cukup jauh dengan Ibu Kota Provinsi Jateng Semarang, untuk kamu yang raja olympus berasal dari luar Pulau Jawa tentu akan menempuh perjalanan yang cukup lama.

Namun jika kamu datang dari Purwokerto, hanya memakan waktu kurang lebih 15 Menit saja ke Purbalingga, untuk mengunjungi tempat wisata yang memiliki udara sejuk dengan pemandangan indah.

Saat sudah sampain ke Kabupaten Purbalingga semua itu akan terbayar lunas, karena tempat wisata menyajikan pemandangan indah dan keren serta memiliki udara sejuk.

Baca Juga : 4 Destinasi Wisata Kampung Adat di Jawa Barat

Berikut ini beberapa destinasi wisata di Purbalingga dengan udara sejuk dan pemandangan indah.

1. Waterpark Owabong

Khususnya bagi masyarakat asli Purbalingga tentu sudah tidak asing lagi dengan tempat wisata paling populer di Purbalingga ini. Benar sekali, itu adalah tempat liburan Waterpark Owabong yang berada di Jl.Raya Owabong, Purbalingga.

2. Lembah Asri

Di tempat tersebut, kamu bisa beristirahat sejenak dan menyaksikan keindahan dari pegunungan atau mencoba beberapa wahana lain seperti high rope, pacu kuda, atau menaiki ATV.

3. Kampung Kurcaci

Ini adalah salah satu tempat wisata di Purbalingga yang dikelola oleh muda-mudi warga disana.

Mereka juga dibantu oleh Lembaga Masyarakat Desa atas nama perhutani. Jadi legalitas dari wisata kampung kurcaci ini sudah dipastikan resmi bukan ilegal.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Wisata Kampung Budaya
2025-02-27 | admin9

4 Destinasi Wisata Kampung Adat di Jawa Barat

Di tengah pesatnya arus modernisasi dan pembangunan gedung pencakar langit, rupanya masih ada, lho, orang-orang yang hidup dengan mempertahankan tradisi leluhur mereka. Sebab keunikan cara hidupnya, daerah tinggal mereka menjadi destinasi wisata kampung adat. Penasaran dengan lokasi dan keseharian penduduknya? Ini ia, 4 kampung adat yang bisa kamu kunjungi di Jawa Barat:

Kampung Pulo – Garut

Garut memang diketahui sebagai kota dodol dan pusatnya kerajinan berbahan kulit. Tetapi, enggak hanya itu, Garut juga menaruh bermacam-macam potensi wisata. Jangka alam Garut yang terdiri dari dataran tinggi dan pantai punya puluhan spot cantik yang bisa dirasakan sebagai daerah wisata. Kecuali menikmati wisata alam, di Garut juga kita bisa berlibur tradisi, lho. Salah satunya dengan mengunjungi Kampung Pulo, di Kecamatan Leles, sekitar 14 km dari Kota Garut.

Kampung Pulo berlokasi di Pulau Panjang, sebuah pulau kecil di tengah Situ Cangkuang. Di pulau ini juga terdapat Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu yang dibangun pada abad ke-8. Keunikan Kampung Pulo ini yakni hanya terdapat 6 kepala keluarga yang yakni keturunan Embah Dalem Arief Muhammad, penyebar Islam di sekitar Situ Cangkuang.

Ke-6 rumah ini yakni rumah adat dengan format rumah pentas, 3 buah rumah di sisi sebelah kiri dan 3 lainnya di sebelah kanan, ditambah 1 mesjid sebagai daerah ibadah. Rumah-rumah ini dibangun oleh Embah Dalem Arief Muhammad untuk 6 si kecil perempuannya, sedangkan mesjid yakni simbol untuk si kecil laki-lakinya yang telah meninggal. Berbeda dengan tradisi Sunda lainnya, di Kampung Pulo warisan rumah jatuh pada si kecil perempuan.

Baca Juga : 5 Budaya Dan Etika Masyarakat Korea Selatan Yang Wajib Diketahui

Keturunan Embah Dalem Arief Muhammad diperkenankan untuk menikah dengan penduduk Kampung Pulo maupun penduduk luar. Sesudah menikah, mereka diwajibkan untuk keluar kampung. Jika ada keluarga yang meninggal dunia, barulah keluarga lain bisa menempati rumah di Kampung Pulo dengan diadakan musyawarah terutamanya dulu.

Kampung Naga – Tasikmalaya

Berkeinginan menenangkan diri dari hiruk-pikuk perkotaan? Datanglah ke Kampung Naga di Desa Neglasari, Tasikmalaya. Kampung ini menolak arus modernisasi yang digambarkan masyarakatnya dengan tak menerapkan listrik. Kecuali ketenangan, kampung adat ini juga menawarkan pemandangan persawahan hijau yang bisa memanjakan mata pengunjung.

Rumah di sini lebih banyak dari Kampung Pulo, yakni berjumlah 112. Tetapi, hanya dihuni oleh 109 kepala keluarga. Tiga bangunan lainnya diaplikasikan sebagai mesjid, ruang serba guna, dan lumbung padi. Rumah-rumah di sini seragam, terdiri dari satu ruang tetamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi yang berada di luar rumah. Keunikan lainnya yakni rumah di sini tak dikunci pada malam hari. Mereka yakin tak ada pencuri karena seluruh penduduk Kampung Naga memegang teguh nilai luhur adat istiadat Sunda.

Kampung Sebagian Kuta – Ciamis

Tradisi dari kita pasti acap kali mendengar kata “pamali.” Pamali dalam bahasa Indonesia berarti tabu. Di Ciamis, tepatnya di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, ada sebuah kampung yang masih menjaga nilai-nilai pamali tersebut, yakni Kampung Sebagian Kuta. Tradisi pamali ini konsisten dilestarikan oleh masyarakat setempat untuk menjaga joker123 keharmonisan alam yang telah memberi mereka hasil untuk dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sama seperti dua kampung adat sebelumnya, rumah di sini juga seragam. Dibangun dengan struktur rumah pentas beratap daun rumbia.

Kecuali tradisi pamali, masyarakat Kampung Sebagian Kuta juga masih taat menjalankan upacara adat mereka yakni Upacara Nyuguh yang dilaksanakan sebelum tanggal 25 Shafar menurut kalender Hijriah. Masyarakat di sini mempercayai bahwa mereka semestinya menjalankan upacara adat ini di pinggir Sungai Cijolang untuk mendapat berkah hasil panen. Upacara ini terbuka untuk umum, lho. Kita bisa memandang ritual adat masyarakat Kampung Kuta, dan menyaksikan hiburan pada malam harinya. Nah, bila berminat untuk berkunjung, kampung adat ini juga menyediakan fasilitas home stay. Jangan bayangkan fasilitas home stay ini seperti hotel ya, karena kita akan menginap di rumah warga. Dengan semacam itu, kita bisa menikmati hidup sebagai masyarakat adat di Kampung Kuta.

Kampung Sebagian Ciptagelar – Sukabumi

Mengunjungi Sukabumi untuk berlibur di Pelabuhan Ratu? coba, deh, datang ke Kampung Sebagian Ciptagelar yang letaknya enggak jauh dari Pelabuhan Ratu. Di sini kita bisa menikmati hijaunya persawahan serta ademnya udara dari Gunung Halimun.

Salah satu adat istiadat unik di sini yakni beras dibagikan secara hanya-hanya ke penduduk kampung maupun pendatang yang berkunjung. Bagi mereka, memasarkan beras sama artinya dengan memasarkan kehidupan. Jadi, beras yang dibuat oleh sawah penduduk dikumpulkan di lumbung padi desa dan dibagikan secara adil ke tiap penduduk. Di kampung ini ada lebih dari 30 upacara adat tiap tahunnya, yang paling ramai yakni upacara adat Seren Taun yang diadakan pada awal September sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Budaya Maluku
2025-02-04 | admin9

Tradisi, Adat dan Kebiasaan Orang Maluku

Sejarah mencatat Maluku sebagai daerah penghasil rempah. Portugis datang pada tahun 1511 ke Maluku untuk mengambil dan mengendalikan perdagangan rempah-rempah. Tapi tahukah, Sahabat? Selain kaya akan rempah, adat istiadat dan kebiasaan orang Maluku juga amat beragam dan menarik untuk digali.

Adakah tradisi atau adat istiadat dari Maluku yang sudah Sahabat ketahui? Mungkin belum banyak. Tapi tenang saja, melalui artikel kali ini, kami akan mengajak Sahabat mengenal orang Maluku beserta kebiasaan-kebiasaannya yang unik. Berikut 4 kebiasaan orang Maluku yang patut diketahui.

1. Bambu Gila

Tradisi yang satu ini berkaitan dengan dunia mistis. Untuk melaksanakan tradisi ini, dibutuhkan pawang, bambu, kemenyan, mantra, serta laki-laki berjumlah ganjil yang bertugas menjadi penahan bambu. Desa Liang dan Desa Mamala adalah dua tempat dimana Sahabat bisa menemukan tradisi bambu gila.

Pertama-tama, dilakukan pemilihan batang bambu. Pawang kemudian melaksanakan serangkaian adat untuk meminta izin penebangan batang bambu tersebut.

Baca Juga: Melihat Ritual Orom Sasadu Suku Sahu di Maluku Utara

Tradisi dilanjutkan dengan sang pawang yang membacakan mantra untuk mengarahkan roh di dalam batang bambu. Roh di dalam bambu akan membuat para penahan bambu terlempar dan terdorong ke sana kemari. Namun, mereka harus mampu menahan budaya bambu itu bagaimanapun caranya. Tradisi selesai ketika roh tersebut berhasil ditenangkan oleh sang pawang.

2. Pukul Sapu

Makan ketupat dan opor dan bersilaturahmi dengan saudara. Kedua kegiatan tersebut sudah lazim dilakukan pada momen Idul Fitri. Nah, orang Maluku punya kebiasaan yang berbeda untuk merayakan Idul Fitri.

Namanya tradisi pukul sapu, lengkapnya Baku Pukul Menyampu dan Pukul Manyapu. Kebiasaan ini diselenggarakan setiap tanggal 7 Syawal atau satu minggu https://jknailsbeauty.com/ setelah Idul Fitri. Sama seperti bambu gila, pukul sapu juga berasal dari Desa Mamala. Asal muasal tradisi ini adalah para pasukan Kapten Lelukasbessy yang membubarkan diri dengan pukul sapu ketika sang kapten dihukum mati.

Dalam tradisi ini, para lelaki akan bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek serta ikat kepala. Mereka kemudian saling memukulkan sapu yang terbuat dari tulang daun pohon mayang atau pohon enau ke tubuh. Pertunjukkan ini menjadi ajang bagi para lelaki untuk menunjukkan kejantanan dan kebanggaan mereka.

3. Makan Patita

Makan Patita adalah kebiasaan makan bersama yang biasa dilaksanakan orang Maluku pada momentum hari besar. Tradisi ini dilakukan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota, HUT Kemerdekaan Indonesia, HUT tempat ibadah, dan hari-hari besar lain. Nilai yang dijunjung dalam tradisi ini adalah kebersamaan, kehangatan, serta semangat kekeluargaan.

Pada saat pelaksanaan tradisi, setiap rumah akan memasak dalam jumlah besar. Masakan-masakan tersebut kemudian dibawa ke tempat berkumpul untuk dinikmati bersama-sama. Adapun masakan yang biasa disajikan adalah hidangan khas Maluku seperti colo-colo, sayur-sayuran, papeda, ikan asar, singkong rebus, patatas rebus, kohu (urap Maluku), dan masih banyak lagi.

4. Malam Badendang

Kebersamaan dan solidaritas masyarakat Maluku tidak hanya tampak dari tradisi Makan Patita, Sahabat. Ada lagi satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang Maluku untuk membangun kebersamaan. Namanya Malam Badendang.

Share: Facebook Twitter Linkedin