Kediri, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya dan budaya yang sangat beragam. Kota ini tidak hanya terkenal karena keindahan alam dan potensi ekonominya, tetapi juga karena budaya yang telah berkembang selama berabad-abad. Budaya Kediri merupakan perpaduan antara tradisi lokal, pengaruh Hindu-Buddha, serta pengaruh dari masa kolonial Belanda. Artikel ini akan membahas tentang berbagai aspek budaya yang ada di Kediri, yang merupakan salah satu daerah dengan warisan budaya yang sangat kental di Indonesia.
1. Sejarah dan Pengaruh Budaya Kediri
Kediri memiliki sejarah panjang yang berawal dari kerajaan Hindu Kediri yang berkembang pada abad ke-11 hingga ke-13. Kerajaan ini dikenal dengan kemegahan budaya, seni, dan perdagangannya. Kerajaan Kediri menjadi pusat kebudayaan pada masanya, dengan banyak peninggalan yang masih dapat ditemukan hingga kini, seperti prasasti-prasasti dan candi-candi yang mencerminkan kejayaan peradaban di daerah ini.
Pada masa kolonial, Kediri juga merupakan daerah yang berkembang pesat, terutama dalam sektor perdagangan tembakau, yang sangat penting dalam perekonomian lokal. Pengaruh Belanda pada masa penjajahan turut membentuk dinamika sosial dan budaya yang ada di Kediri. Sehingga, kediri memiliki beragam unsur budaya yang mencerminkan kekayaan sejarah dan pengaruh dari berbagai kebudayaan yang datang ke daerah ini.
2. Seni dan Kerajinan Tangan
Budaya seni Kediri sangat kaya dan bervariasi. Salah satu seni tradisional yang sangat populer di Kediri adalah Wayang Kulit. Pertunjukan wayang kulit di Kediri mengisahkan cerita-cerita pewayangan, baik dari Ramayana maupun Mahabharata, yang telah menjadi bagian dari tradisi seni pertunjukan Jawa. Wayang kulit juga menjadi sarana untuk menyampaikan ajaran moral dan filosofi hidup, yang diiringi oleh musik gamelan.
Selain wayang kulit, Kediri juga dikenal dengan berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi. Salah satunya adalah kerajinan tembaga dan kuningan. Produk kerajinan ini sangat terkenal karena kualitas dan keindahan desainnya. Di Kediri, Anda bisa menemukan berbagai jenis perhiasan, hiasan rumah, dan alat rumah tangga yang terbuat dari tembaga dan kuningan, yang diproduksi secara tradisional oleh pengrajin setempat.
Batik Kediri juga menjadi salah satu warisan budaya yang patut dibanggakan. Batik Kediri homepws.com memiliki corak dan motif khas yang berbeda dari batik daerah lainnya, dengan menggunakan teknik pewarnaan alami yang menghasilkan warna-warna yang lembut namun indah.
3. Upacara Adat dan Tradisi
Kediri memiliki berbagai upacara adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang sangat terkenal di Kediri adalah Tradisi Larung Sesaji. Larung Sesaji adalah upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan segala yang diberikan oleh alam. Upacara ini sering kali melibatkan prosesi doa, sesaji, dan tarian tradisional yang dilakukan oleh masyarakat setempat, terutama di area sekitar Gunung Kelud.
Selain itu, ada juga tradisi Ruwatan yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hal-hal buruk atau sial yang mungkin menimpa seseorang atau keluarga. Ruwatan ini biasanya melibatkan pembacaan doa-doa khusus, dengan maksud agar kehidupan masyarakat dapat diberkati dan dijauhkan dari malapetaka.
Hari Raya Puasa dan Idul Fitri juga dirayakan dengan meriah di Kediri, dengan adanya tradisi “Tumpengan” atau penyajian nasi tumpeng sebagai simbol syukur dan harapan akan keselamatan serta kedamaian. Masyarakat Kediri sangat menjaga keberagaman tradisi tersebut, dan menjadikannya bagian dari identitas budaya mereka.
4. Kuliner Kediri
Kuliner Kediri merupakan bagian integral dari budaya yang sangat disukai oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Salah satu makanan khas Kediri yang sangat terkenal adalah Nasi Tumpang. Nasi Tumpang adalah nasi yang disajikan dengan sambal tempe yang dimasak dengan bumbu khas, memberikan rasa pedas dan gurih yang menggugah selera. Ini adalah makanan yang sering disajikan pada saat upacara adat atau acara keluarga.
Selain itu, Kediri juga terkenal dengan Kue Lontong dan Wedang Ronde, yang merupakan minuman jahe hangat dengan bola ketan yang terbuat dari tepung ketan berisi kacang tanah atau gula merah. Kediri juga memiliki berbagai jenis keripik, seperti Keripik Tempe dan Keripik Singkong, yang menjadi camilan favorit masyarakat setempat.
Gethuk adalah makanan manis khas Kediri yang terbuat dari singkong yang dikukus, kemudian dihancurkan dan diberi parutan kelapa dan gula merah. Gethuk merupakan camilan yang sering ditemukan di pasar-pasar tradisional Kediri.
BACA JUGA DISNI: Wisata The Lodge Maribaya Lembang ( Bandung Utara )
5. Pakaian Tradisional
Pakaian tradisional Kediri umumnya dipengaruhi oleh budaya Jawa. Untuk acara-acara adat atau upacara penting, masyarakat Kediri mengenakan Kebaya bagi wanita dan Batik atau Surjan bagi pria. Pakaian adat ini sering kali dipadukan dengan aksesoris tradisional seperti Siger dan Selendang, yang menambah keanggunan dan keindahan dalam setiap acara adat atau perayaan budaya.
6. Kepercayaan dan Agama
Mayoritas masyarakat Kediri menganut agama Islam, tetapi pengaruh agama Hindu dan Buddha juga sangat terasa dalam kebudayaan mereka. Banyak situs bersejarah, seperti Candi Dadi, yang menjadi saksi bisu dari kejayaan agama-agama tersebut di masa lalu. Keberagaman agama dan kepercayaan ini menciptakan toleransi yang tinggi dalam kehidupan masyarakat Kediri, di mana setiap agama dan tradisi hidup berdampingan dengan damai.